Hadir di GIIAS Bandung 2025, BYD ATTO 1 Dapat Antusias Tinggi dari Pengunjung

  • Oleh : Febri

Kamis, 02/Okt/2025 12:01 WIB


Soundandmachine.com (Bandung) - Setelah sukses tampil di GIIAS Jakarta, Surabaya, dan Semarang, BYD kembali melanjutkan kiprah ekspansinya di Indonesia dengan meluncurkan BYD ATTO 1 di ajang GIIAS Bandung 2025.

Acara yang berlangsung di Sudirman Grand Ballroom pada 1–5 Oktober 2025 ini menjadi momen penting, mengingat Jawa Barat merupakan salah satu pasar otomotif terbesar yang berperan besar dalam percepatan transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia.

 

Baca Juga:
Cina Mendominasi, Segmen EV Indonesia Tumbuh Tercepat di Dunia

Sebagai city car listrik terbaru, BYD ATTO 1 hadir dengan harga OTR Jawa Barat mulai Rp 201 juta untuk varian Dynamic dan Rp 241 juta untuk varian Premium.

 

Baca Juga:
Sambut Tahun 2026, BYD Indonesia Siapkan Ekosistem EV Lengkap dari Hulu ke Hilir

Model ini diposisikan sebagai solusi mobilitas urban yang ringkas, hemat energi, serta relevan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan.

 

Baca Juga:
Peminatnya Membludak, Pengiriman BYD Tembus 10.000 Unit di Oktober-November 2025

Pastinya, momen kehadiran BYD ATTO 1 di GIIAS Bandung 2025 ini menyita perhatian dan mendapat antusias tinggi dari pengunjung berkat segenap keunggulannya yang ditawarkan.

Desain Kompak dan Fitur Lengkap

BYD ATTO 1 tampil dengan desain modern dan dimensi compact, cocok untuk kebutuhan mobilitas harian di kota padat seperti Bandung.

Dengan panjang 3.925 mm, lebar 1.720 mm, tinggi 1.590 mm, dan wheelbase 2.500 mm, mobil ini menawarkan manuver lincah, mudah parkir, sekaligus nyaman digunakan di jalan menanjak atau permukaan tidak rata berkat ground clearance 155 mm.

Fitur eksterior seperti LED headlamp, DRL, rear fog lamp, hingga alloy wheel 16 inci mempertegas kesan sporty sekaligus menambah aspek fungsionalitas.

Sementara di dalam kabin, pengemudi dan penumpang dimanjakan dengan material soft touch, layar sentuh 10,1 inci, dukungan Apple CarPlay, Android Auto, hingga fitur hiburan Car-a-oke.

 

Varian Premium dilengkapi dengan electric driver seat dan setir kulit tilt & telescopic, sementara varian Dynamic hadir dengan pengaturan kursi manual.

Tak hanya itu, varian Premium juga sudah dibekali 6 airbag (Dynamic 4 airbag), ISOFIX, TPMS, serta sistem pengereman modern yang meningkatkan faktor keamanan.

 

Teknologi Ramah Lingkungan

BYD ATTO 1 mengusung teknologi e-Platform 3.0 dan Blade Battery, ditambah regenerative braking system untuk efisiensi energi maksimal. Hasilnya, konsumsi daya lebih hemat, biaya operasional lebih rendah, dan perawatan jauh lebih minim dibanding mobil konvensional.

 

Untuk jarak tempuh, varian Premium mampu melaju hingga 380 km sekali cas penuh, sementara varian Dynamic mencapai 300 km (NEDC). Pengisian daya fleksibel bisa dilakukan di rumah, kantor, maupun SPKLU yang semakin luas di Jawa Barat.

 

Kehadiran di Jawa Barat

BYD Indonesia juga memperkuat kehadirannya dengan jaringan dealer dan layanan purna jual yang terus berkembang. Hingga kuartal ketiga 2025, BYD telah mengoperasikan 53 dealer BYD dan 5 dealer DENZA di 31 kota, termasuk 10 dealer yang tersebar di Jawa Barat, lengkap dengan fasilitas berstandar internasional dan charging station.

“Kehadiran BYD ATTO 1 di Jawa Barat kami pandang sebagai langkah strategis yang lebih dari sekadar peluncuran produk. Ini adalah komitmen BYD untuk menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dan inklusif bagi masyarakat urban di provinsi dengan karakter unik seperti Jawa Barat,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

 

Kombinasi harga yang kompetitif, desain ringkas, teknologi canggih, serta jaringan dealer yang meluas membuat BYD ATTO 1 menjadi pilihan tepat untuk konsumen Jawa Barat, terutama generasi muda dan pembeli mobil pertama.

Dengan efisiensi tinggi, biaya perawatan rendah, serta jarak tempuh memadai, ATTO 1 diyakini akan menjadi salah satu city car listrik paling populer di kawasan ini sekaligus memperkuat posisi BYD sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik di Indonesia. (Febri)