Mantan CEO Sebut Stellantis Bisa Terpecah, Isyaratkan Potensi Akuisisi Cina di Eropa

  • Oleh : Febri

Kamis, 30/Okt/2025 17:00 WIB


Soundandmachine.com (Jakarta) - Masa depan grup otomotif raksasa Stellantis tampaknya tidak sepenuhnya stabil. Mantan CEO-nya, Carlos Tavares, mengungkapkan bahwa perusahaan yang menaungi 14 merek global itu bisa saja mengalami perpecahan di masa depan.

 

Baca Juga:
Perkuat Jaringan dan Layanan di Indonesia, Jeep Buka Dealer di Gading Serpong

Tavares, yang mundur dari jabatannya pada Desember 2024, menyampaikan pandangan tersebut dalam buku terbarunya yang dikutip oleh Automotive News Europe.

Ia menilai keseimbangan antara tiga pilar utama Stellantis yaitu Italia, Prancis, dan Amerika Serikat, kini berada di ambang rapuh sejak dirinya tidak lagi menjabat.

 

Baca Juga:
Citroen Basalt, SUV Coupe Stylish dengan Kenyamanan Khas Mobil Prancis

Dikutip dari Motor1.com, sang mantan CEO mengatakan, “Saya khawatir keseimbangan tiga arah antara Italia, Prancis, dan Amerika Serikat akan runtuh. Tanpa saya, saya tidak yakin kepentingan Prancis yang selalu saya perjuangkan, percaya atau tidak, akan tetap terlindungi.”

Baca Juga:
Hanya Enam Unit, Jeep Wrangler 41 Willys Edition Hadir Eksklusif di GIIAS 2025

Tavares bahkan berspekulasi bahwa produsen asal Cina bisa saja mengakuisisi operasi Stellantis di Eropa, sementara divisi Amerika mungkin akan kembali sepenuhnya mengendalikan merek seperti Chrysler, Dodge, Jeep, dan Ram.

Ia berpendapat, langkah tersebut justru bisa memperkuat daya saing masing-masing wilayah, terutama di pasar Amerika.

 

Namun, pandangan ini juga perlu disikapi hati-hati. Tavares sebelumnya mendapat kritik karena kebijakan pemangkasan biaya besar-besaran serta transisi agresif menuju kendaraan listrik penuh, strategi yang dinilai gagal dan memicu kepergiannya dari kursi CEO.


Meski kini sudah berada di luar struktur kepemimpinan Stellantis, pernyataan Tavares menjadi sorotan besar di industri otomotif global.

Dengan dinamika geopolitik dan kompetisi pasar yang terus berubah, masa depan Stellantis bisa saja menghadapi restrukturisasi besar, tergantung pada arah baru yang ditempuh oleh kepemimpinan saat ini di bawah Antonio Filosa. (fbr)