Oleh : Julfikri
BYD Motor Indonesia meluncurkan teknologi hybrid Dual Mode di Indonesia.
SoundandMachine.com (Tangerang) - Meski penjualan kendaraan listriknya sukses besar bahkan sampai mencetak pangsa pasar sebesar 20 persen , PT. BYD Motor Indonesia menyadari bahwa mobil bermesin pembakaran dalam masih prospektif di Indonesia.
Pasalnya, di Indonesia mobil bermesin pembakaran dalam pasarnya berada di angka 65 persen, sehingga menjadi peluang bagi BYD untuk mengambilnya.
Baca Juga:
Tembus 1.000 SPK, Wuling Eksion Diserahkan ke Pemilik Barunya. Ada Atlet Sepak Bola
Namun BYD Motor Indonesia memilih jalan tengah, bagaimana supaya pelanggan bisa menikmati keunggulan kendaraan listrik (EV) tetapi dengan kepraktisan layaknya mobil bensin, yaitu dengan meluncurkan teknologi hybrid electric vehicle (HEV) Dual Mode (DM) pada tanggal 18 Mei 2026.
“Sebagian konsumen telah siap menggunakan EV sepenuhnya, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan fleksibilitas yang lebih besar untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Karena itu, BYD percaya bahwa masa depan mobilitas ramah lingkungan harus dapat mendukung kebutuhan masyarakat.” buka Eagle Zhao, President Director PT. BYD Motor Indonesia kepada SoundandMachine.com di lokasi peluncuran (18/5/2026).
Baca Juga:
Mulai Dari Rp 389 Juta, Wuling Eksion Jadi Kendaraan Elektrifikasi Pertama di Kelasnya

Mengusung model plug-in hybrid atau kendaraan hybrid yang baterainya bisa diisi seperti EV, BYD sudah mulai membuat teknologi DM sejak tahun 2004 di Tiongkok, yang artinya sudah lebih dari 20 tahun sehingga menjadi salah satu core technology.
Baca Juga:
Bukan Perusahaan Jepang, Toyota Gandeng CATL untuk Produksi Baterai Mobil Hybrid
Selain itu, BYD sudah menerapkan di mobil produksi sejak tahun 2008 di Tiongkok yaitu BYD F3DM yang menjadi kendaraan plug-in hybrid pertama di dunia.

Sekarang, teknologi DM tersebut sudah berada di generasi kelima yang pertama diluncurkan secara global pada tahun 2024, dan itu akan hadir di Indonesia dalam waktu dekat.
Untuk pasar Indonesia, BYD DM mengusung filosofi Gesit, Andal, Senyap, Super Irit atau disingkat GASS.
Filosofi ‘Gesit’ ada pada powertrain yang merupakan kombinasi antara mesin bensin dan motor listrik.

Mesin bensinnya memiliki kapasitas 1.500 cc naturally-aspirated dengan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm, dipadu dengan motor listrik yang mampu mencapai 15.000 rpm.
Baterainya mengusung model yang sama seperti kendaraan listrik murni BYD, yaitu Blade Battery, dengan discharge rate 33 persen dan densitas energi sebesar 15,9 persen.
Kendaraan hybrid DM BYD mengusung arsitektur dual motor control unit dengan computing power 146 persen.
Beralih ke filosofi ‘Andal’, powertrain BYD DM dilengkapi dual motor, single speed reducer, dan direct drive clutch yang membuat perpindahan dari mode EV ke hybrid tanpa jeda.

BYD DM dilengkapi tiga mode yaitu EV, HEV Series Mode, dan HEV parallel mode, yang adaptif di berbagai kondisi jalan.
Pada mode ‘EV’, mobil hanya digerakkan oleh motor listrik sehingga mesin bensin tidak bekerja sama sekali yang cocok untuk perkotaan atau di daerah padat.
Kemudian untuk mode ‘HEV Series’, mesin bensin berperan sebagai genset untuk mengisi baterai, yang cocok apabila baterainya sudah tinggal sedikit.
Berikutnya untuk mode ‘HEV Parallel’, mesin bensin dan motor listrik sama-sama berperan menggerakkan roda, yang biasanya dibutuhkan untuk performa lebih seperti dalam kecepatan tinggi atau di tanjakan.
Masuk ke filosofi ‘Senyap’, sistem hybrid DM ini bekerja sangat halus, mulai dari perpindahan mode energi hingga berakselerasi.
Terakhir untuk filosofi ‘Super Irit’, sistem hybrid DM BYD juga dirancang untuk menghemat bahan bakar.
Mesin bensinnya dilengkapi ultra-high compression ratio 16:1 yang mampu mengurangi gejala ngelitik atau knocking. Dengan kompresi setinggi ini, BYD mengklaim bahwa mesin bensinnya masih aman diisi bensin beroktan 92.
BYD mengklaim bahwa untuk pemakaian sehari-hari, motor listrik akan lebih banyak bekerja dibanding mesin bensin yaitu dengan persentase 80 persen, sehingga konsumsi bahan bakarnya bisa mencapai 65 km/liter.
Mesin bensin yang didesain 7 in 1 dalam perakitannya, membuat BYD mengklaim bahwa teknologi DM juga akan mampu menghemat biaya perawatan.

Dalam waktu dekat, teknologi hybrid DM akan hadir di BYD M6, menambah varian setelah sukses dengan penggerak motor listrik di Indonesia. (Joule)