Oleh : Julfikri
SoundandMachine.com (Jepang), 2 Maret 2021 – Meski sama-sama rakitan Jepang, Honda Odyssey memiliki perbedaan dengan pasar ekspor, salah satunya Indonesia yang baru-baru ini facelift.
Baca Juga:
Model Legendaris Laris Manis, Sportscar Honda Prelude Unjuk Gigi di Indonesia
Hal tersebut tak lain karena faktor pasar karena seperti halnya mobil pasar Jepang (JDM) lainnya, meski tampilannya sekilas sama, setidaknya yang membedakan antara interior dan fitur.

Baca Juga:
Resmi Serah Terima Jabatan, Begini Pencapaian Presiden Direktur Honda di Indonesia

(sumber: Honda)
Baca Juga:
Layani Pelanggan di Momen Libur Lebaran, Bengkel Resmi Honda Tetap Buka
Pertama dari segi tampilan, emblem “Absolute” di belakang menjadi pembeda karena memang Odyssey JDM variannya terdiri dari Absolute seperti keluaran APM dan Absolute EX.

(sumber: Honda)
Sementara interior, speedometer spek Jepang hanya sampai 180 km/jam lantaran speed limit untuk mobil yang mainstream, sementara untuk pasar Indonesia sampai 240 km/jam.
Selain itu, head unit memakai produk Gathers yang notabene divisi in-car entertainment khusus Honda pasar Jepang dan memiliki desain dan fitur berbeda dibanding pasar Indonesia.

(sumber: Honda)
Untuk akses ke penumpang baris kedua, Odyssey pasar Indonesia tidak dilengkapi gesture control power sliding door seperti versi JDM yang membuatnya dapat membuka pintu geser tanpa menyentuhnya, yaitu dengan mengarahkan tangan ke sensor berjarak 1-5 cm.

(sumber: Honda)
Ketika pintu geser dibuka, Odyssey pasar Indonesia juga absen LED outer welcome light seperti versi JDM yang terkesan menyambut penumpang.

(sumber: Honda)
Untuk Honda SENSING, setidaknya ada beberapa fitur yang ada di versi JDM tetapi absen untuk pasar Indonesia, seperti false start prevention function, pedestrian accident reduction steering, dan sign recognition function.
Meski sama-sama dilengkapi Vehicle Stability Assist, Odyssey pasar Indonesia tidak dilengkapi Traction Control System seperti versi JDM.
(Joule)