Oleh : Julfikri
Geely Auto Indonesia luncurkan harga resmi mobil listrik kompak Geely EX2.
SoundandMachine.com (Tangerang) - Geely Auto Indonesia meluncurkan harga jual resmi untuk kendaraan listrik keduanya yaitu Geely EX2, pada tanggal 20 Januari 2026 di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Tangerang.
EX2 dibanderol mulai dari Rp 229,9 juta untuk varian Pro dan Rp 259,9 juta untuk varian Max sebagai tipe tertinggi yang berlaku untuk 2.000 pemesan pertama atau hingga 15 Februari 2026.
Baca Juga:
Ruang Penyimpanan Baterai EV Rentan Terbakar, Begini Strategi Mitigasinya
Setelah itu, EX2 dibanderol dengan harga Rp 255 juta untuk varian Pro dan Rp 285 juta untuk varian Max.
Geely EX2 ini merujuk dimensi dan perkiraan harganya, digadang menjadi kompetitor langsung dari BYD Atto 1 yang mendapat sambutan luar biasa.
Baca Juga:
Tampil Perdana di IIMS 2026, Kehadiran Wuling Eksion Dapat Banyak Respon
Dengan pengumuman harga resminya ini yang dibanderol mulai Rp 229 jutaan, apakah Geely EX2 menjadi lawan dari kompetitornya atau hanya sekedar pilihan?
“Sejak dibukanya program pre-booking, model ini telah lebih dari 1.500 SPK. Geely EX2 hadir sebagai compact EV dengan value terbaik di kelasnya. Ini merupakan komitmen Geely untuk menghadirkan pengalaman yang cerdas, efisien, dan menyenangkan.” buka Constantinus Herljoso, Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia kepada SoundandMachine.com di lokasi peluncuran (20/1/2026).
Baca Juga:
Transaksi Tembus Rp. 9,5 Triliun, IIMS 2027 Akan Diadakan di Area Baru

EX2 menawarkan ‘Extra Fun’, mulai dari desain hingga rasa berkendara untuk mobilitas masyarakat sehari-hari yang menginginkan lebih dari biasanya.
Dilihat dari bentuknya, eksterior EX2 bisa dibilang lebih bergaya retro seperti Wuling Binguo EV atau GWM Ora 03, namun sedikit lebih modern dalam artian gaya retro-nya tidak sekentara dua kendaraan listrik tersebut.
Eksterior EX2 didesain dengan rasio yang proporsional, dari lebar ke tinggi, wheelbase, roda ke bodi, hingga body to balance, membuatnya terasa kendaraan listrik di rentang Rp. 300 jutaan.

Interior EX2 juga turut membuatnya terasa seperti kendaraan listrik di rentang Rp 300 jutaan, seperti layar 14,6 inci, corak dasbor, dan beberapa tempat penyimpanan ekstra seperti di bawah konsol tengah dan jok, yang biasa ada di mobil listrik seharga Rp 400 juta keatas.
Untuk pengoperasiannya termasuk ramah pemakaian, dengan tuas transmisi dan tombol hazard di konsol tengah.
Hanya saja posisi tuas lampu di kiri, tuas wiper di kanan, dan electric parking brake di sisi kanan bawah dasbor termasuk kurang umum untuk ukuran mobil yang beredar di Indonesia, baik secara keseluruhan maupun mobil listrik.
12 fitur advanced driving assist system (ADAS) membuat EX2 menjadi yang paling banyak di kelasnya.

EX2 hanya punya satu motor listrik di belakang, yang artinya berpenggerak belakang, dengan tenaga 85 kW dan torsi 150 Nm dengan top speed 130 km/jam.
Penggerak belakang ini menjadi daya tarik karena di Indonesia mobil listrik seperti ini biasa ada di kendaraan listrik seharga Rp 500 juta keatas. Ditambah, EX2 menggunakan suspensi belakang multi-link dan radius putar 4,95 m untuk kelincahan.
Sementara untuk baterainya yang berjenis LFP, berkapasitas 408 kWh untuk daya jelajah 395 km berdasarkan perhitungan NEDC.

Dalam kesempatan untuk test drive singkat, EX2 terasa seperti kendaraan listrik seharga Rp 300 juta keatas, terutama dari setir serta kelincahannya.
Secara keseluruhan, dengan harga normal saja yaitu Rp 255 juta, wajar jika EX2 lebih mahal dari salah satu pesaingnya yaitu BYD Atto 1.
Ditambah, EX2 sudah dirakit di Indonesia dengan kandungan lokal 46,5 persen, sementara Atto 1 masih impor sehingga harganya akan lebih stabil mengingat insentif mobil listrik impor kabarnya akan dihapus.
Namun dengan selisih harga yang tidak jauh, Jaecoo J5 EV bisa menjadi pilihan untuk kepraktisan mobilitas sehari-hari karena kabin lebih lapang dan ground clearance lebih tinggi, serta sama-sama dirakit lokal.
Artinya EX2 lebih cocok untuk pelanggan yang lebih mengutamakan kesenangan berkendara di jalan rata, atau gaya retro yang notabene cukup menjual di Indonesia jika berkaca dari Wuling Binguo EV, dengan harga lebih terjangkau. (Joule)