Oleh : Julfikri
Selama 55 tahun berkiprah, Toyota masih nomor satu di Indonesia ditengah pasar otomotif yang mengalami penurunan.
SoundandMachine.com (Jakarta) - PT. Toyota-Astra Motor (TAM) mengumumkan pencapaiannya selama 55 tahun berkiprah di industri otomotif Indonesia, melalui konferensi pers pada tanggal 6 Maret 2026 di Jakarta.
PT. TAM mengklaim bahwa Toyota masih menjadi market leader di industri otomotif Indonesia, ditengah penurunan pasar.
Baca Juga:
Bukan Perusahaan Jepang, Toyota Gandeng CATL untuk Produksi Baterai Mobil Hybrid

“Ditengah ekonomi yang masih bertumbuh 5 persen, sebenarnya pasar mengalami stagnasi bahkan cenderung menurun. Selama 25 tahun terakhir, masih terus mempertahankan leadership position sebagai brand otomotif nomor satu di Indonesia.” buka Jap Ernando Demily, Marketing Director PT. TAM kepada SoundandMachine.com di lokasi konferensi pers (6/3/2026).
Baca Juga:
Detailnya Mulai Diungkap, Begini Impresi Wuling Eksion Varian EV dan PHEV
Pihak TAM menambahkan, indikasinya adalah rata-rata selama 25 tahun terakhir diatas 250.000 unit per tahun dan rata-rata market share sebesar 33 persen. Jika digabung dengan Lexus dan Daihatsu, market share mencapai lebih dari 50 persen.
Untuk tahun 2025 ini, penjualan masih diatas 250.000 unit, dan market share sebesar 31,2 persen yang membuat market positioning menjadi nomor satu di Indonesia.
Baca Juga:
Debut ASEAN, Toyota Land Cruiser FJ Tampil di Bangkok International Motor Show 2026

Dalam pemasarannya, Toyota lebih fokus ke daerah dimana market share, jumlah dealer resmi, dan model terlaris yang berbeda di setiap pulau.
Di pulau Jawa, mencetak market share 30,5 persen dengan 210 outlet, di Sumatera mencetak market share 37 persen dengan 63 outlet, Kalimantan mencetak market share 36,3 persen dengan 23 outlet, dan sebagainya.
Sementara untuk model terlaris di setiap daerah, pulau Sumatera misalnya, pasar Kijang Innova masih sangat baik, di pulau Sulawesi pasar Calya masih kuat, untuk Kalimantan Hilux mencapai market share sebesar 60 persen, dan sebagainya.
“Kita selalu sesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan kondisi masyarakat setempat, kita memiliki diferensiasi dalam hal produk apa yang ditawarkan maupun aftersales.” kata Er, sapaan Jap Ernando Demily.

Berikutnya untuk model elektrifikasi, menjadi pionir dan pemimpin pasar kendaraan hybrid di Indonesia dengan market share 51 persen, jangkauan ke Indonesia sebesar 100 persen, komposisi model hybrid 80 persen, di tahun 2025 ini.
Sementara untuk model hybrid terbarunya yaitu Toyota Veloz Hybrid EV, mencapai total pemesanan sebesar 6.500 unit terhitung dari bulan November 2025 hingga Februari 2026.
68 persen pemesan Veloz berasal dari Jawa-Bali, kemudian diikuti pulau Sumatera sebesar 18 persen, pulau Sulawesi dan Indonesia Timur sebesar 10 persen, dan Kalimantan-Nusa Tenggara sebesar 4 persen.
“Satu dari tiga kendaraan yang ada di jalanan Indonesia itu adalah Toyota, dan ini bukan hanya di Jakarta, tetapi di seluruh wilayah Indonesia.” pungkas Er. (Joule)