Bertentangan dengan Sejarah, Mclaren Tegaskan Tidak Akan Membuat Mobil Full Listrik

  • Oleh : edo

Selasa, 05/Janu/2021 16:58 WIB


SoundandMachine.com (London) - Tren kendaraan elektrifikasi atau listrik, saat ini sudah terjadi di hampir seluruh pabrikan otomotif terkemuka. Tak hanya kendaraan untuk mobilitas di perkotaan, mobil jenis sports car pun kini juga telah hadir dengan teknologi listrik.

Salah satunya adalah Porsche, yang telah meluncurkan mobil full listrik (EV) yang bernama Taycan. Beberapa pabrikan mobil berperforma tinggi pun dikabarkan juga berencana untuk memproduksi mobil full listrik.

Baca Juga:
Tingkatkan Kenyamanan Konsumen, Hyundai City Store Kedua Resmi Dibuka

Tidak akan memproduksi mobil full listrik

Baca Juga:
Hingga Belasan Juta Rupiah, Ini Besaran Insentif PPnBM Mitsubishi Xpander

Lalu, bagaimana dengan McLaren? hingga saat ini, merek asal Inggris tersebut tengah menyiapkan supercar hybrid bernama Artura. Namun, untuk memproduksi mobil full listrik, nampaknya tidak akan dilakukan oleh Mclaren.

Hal tersebut ditegaskan oleh Mike Flewitt, CEO McLaren. "Jawabannya tidak, kami tidak akan memproduksinya," kata Flewitt dalam wawancara dengan Wheels, seperti yang dikutip dari majalah Car.

Baca Juga:
Perhatikan Hal ini Ketika Melibas Banjir Menggunakan Sepeda Motor

Lebih lanjut ia mengatakan, Artura akan menjadi mobil hybrid pertama yang diproduksi oleh Mclaren, di bawah divisi High-Performance Hybrid (HPH). Rencananya, Artura akan meluncur akhir tahun ini.

Mclaren Artura

Flewitt juga menjelaskan, bila mobil yang menggunakan teknologi listrik sepenuhnya, akan bertentangan dengan budaya Mclaren. Jadi, hybrid merupakan teknologi yang dianggap ideal karena masih menggunakan mesin konvensional.

"Merek kami sepenuhnya berlandaskan pada motorsport, supercar, dan pengemudi. Terlalu dini untuk memperluas merek ke area lain dan mencoba memberikan kredibilitas merek ke produk yang jelas tidak ada hubungannya dengan sejarah kami," jelasnya.

Selain membuat hybrid, Mclaren juga berencana untuk mengembangkan teknologi plug-in hybrid, yang akan menggunakan platform Mclaren P11. Hal tersebut dilakukan agar Mclaren tetap turut serta menciptakan produk dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan. 

"Saya cukup jujur ​​untuk mengatakan kami hanya menggabungkan mobil untuk memenuhi undang-undang lingkungan agar tetap patuh, tetapi kami telah berhasil memanfaatkan teknologi untuk membuat mobil yang lebih menarik dengan atribut yang lebih baik, jadi masuk akal," pungkas Flewitt. (EPS)