Kian Bertambah, Mobil Plug-In Hybrid yang Beredar di Jepang 2020

  • Oleh : Julfikri

Rabu, 06/Janu/2021 19:44 WIB


SoundandMachine.com (Jepang), 6 Januari 2021 – Permintaan mobil hybrid di Jepang memang relatif tinggi, namun belum demikian dengan plug-in hybrid yang notabene baterainya bisa diisi dengan mencolokkan steker ke stopkontak seperti full-elektrik.

 

Baca Juga:
Pertegas Zona Elektrifikasi Eksklusif, Mazda MX-30 Versi Full-Listrik Masuk Pasar Jepang

Meski masih belum banyak manufaktur yang rilis, setidaknya tahun 2020 lalu sudah terlihat bahwa mobil plug-in hybrid kian bertambah. Salah satu daya tarik plug-in hybrid, selain fleksibilitas dan memiliki performa lebih baik dibanding hybrid konvensional, juga memiliki kemampuan lain seperti baterai motor listriknya menjadi genset berjalan untuk menyuplai listrik rumah tangga atau kegiatan outdoor seperti perkemahan.

 

Baca Juga:
Dari Tahun 2009 ke 2020, Toyota Tunjukkan Peningkatan Tren Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Berikut mobil plug-in hybrid yang beredar di Jepang,

 

Baca Juga:
Potensi Baru Elektrifikasi, Toyota Rilis MIRAI Generasi Kedua di Jepang

TOYOTA

1. Toyota RAV4 PHV

 

(foto: Toyota)

Setelah sukses dengan Toyota Prius Plug-in Hybrid Vehicle (PHV), Toyota merilis RAV4 PHV yang lebih terfokus pada aspek fun to drive dengan system maximum output 306 PS dari kombinasi mesin konvensional dan motor listrik.

 

Diluncurkan 8 Juni 2020, RAV4 PHV menawarkan lebih banyak aspek performa yang serba elektrifikasi, seperti ketika ingin berjalan dengan mode battery electric vehicle, motor listrik depan bertenaga maksimum 182 PS.

 

Bahkan untuk sistem penggerak empat roda secara elektrik (e-Four), motor listrik belakang-nya memiliki tenaga 54 PS dan itu didistribusikan ke semua roda sehingga membuatnya lebih stabil.

 

Meski demikian, keandalan baterai tetap diperhatikan dengan air conditioning coolant untuk mengontrol suhu ketika berakselerasi atau baterai sedang diisi.

 

2. Toyota Prius PHV

 

(foto: Toyota)

Mengalami perubahan mayor sejak 15 Februari 2017, Toyota terus memanfaatkan Prius PHV dalam menggalakkan kampanye mobilitas berwawasan lingkungan.

 

Dengan kemampuan menempuh jarak hingga 68,2 km dan konsumsi BBM 37,2 km/liter, tidak tanggung-tanggung, Toyota sampai mengandalkan Prius PHV untuk berjalan sejauh 7.000 km dari Paris, Perancis, ke Dakar, Senegal dengan beragam kondisi suhu dan medan jalanan.

 

Perjalanan tersebut menunjukkan perannya sebagai PHV baik dalam kondisi berjalan dengan kemampuan menempuh jarak 7.000 km maupun ketika beristirahat, karena kemampuan memasok listrik 1.500 W dimanfaatkan untuk penerangan dan membuat makanan atau minuman.

 

Fitur unggulan Prius PHV yang tidak ada di plug-in hybrid lain sampai sekarang adalah solar charging system yang terpasang di atap untuk mengisi energi dari matahari.

 

MITSUBISHI

1. Mitsubishi Eclipse Cross PHEV

 

(foto: Mitsubishi)

Sebagai bentuk dedikasi atas investasi di teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Mitsubishi meluncurkan SUV kompak Eclipse Cross yang sekarang tersedia PHEV mulai 4 Desember 2020.

 

Mayoritas teknologi Outlander PHEV banyak diterapkan di Eclipse Cross PHEV seperti mesin 2.400 cc dan tentunya teknologi PHEV-nya itu sendiri dengan kemampuan menempuh jarak hingga 57,3 km untuk motor listriknya.

 

Teknologi penggerak empat roda-nya juga banyak mengambil dari Outlander PHEV seperti Super-All Wheel Control yang mendistribusikan gaya ke motor listrik depan-belakang tanpa adanya gejala “ngelos” di transmisi sehingga handling bisa lebih presisi.

 

Eclipse Cross PHEV bukan hanya menampilkan segala kecanggihan teknologi elektrifikasi tetapi juga melambangkan pembaruan bahasa desain Dynamic Shield.

 

2. Mitsubishi Outlander PHEV

 

(foto: Mitsubishi)

Outlander PHEV merupakan SUV yang paling representatif atas masa depan teknologi Mitsubishi, baik dalam konteks elektrifikasi maupun sebagai SUV dari sejak dirilis 30 November 2012 hingga facelift kedua kalinya pada tanggal 12 September 2019.

 

Tentu tidak sekedar sebagai SUV pertama di dunia yang plug-in hybrid, tetapi juga menyodorkan sejumlah teknologi pertama untuk masa depan seperti fitur vehicle to home (V2H) atau menyuplai listrik rumah tangga dari baterainya.

 

Sistem 4WD-nya juga serba elektrik dengan kombinasi antara motor listrik depan belakang dan Super-All Wheel Control yang nantinya dipakai di Eclipse Cross PHEV.

 

Sebagaimana DNA Mitsubishi, tentunya Outlander PHEV juga merupakan SUV terelektrifikasi yang tangguh sampai Mitsubishi berani menerjunkannya di ajang Asia Cross Country Rally hingga menjadi mobil tanggap bencana sebagai pemasok listrik untuk satelit dan rumah terdampak.

 

HONDA

1. Honda Clarity PHEV

 

(foto: Honda)

Menggantikan Accord Hybrid, Honda meluncurkan Clarity PHEV pada tanggal 18 Juli 2018 yang menawarkan kombinasi antara sedan high-end dan keramahan lingkungan serta performa dari sebuah mobil terelektrifikasi.

 

Ditargetkan untuk mempromosikan kendaraan terelektrifikasi hingga tahun 2030, Clarity PHEV menawarkan sejumlah teknologi elektrifikasi seperti sistem hybrid 2 motor Sport Hybrid i-MMD dan daya jelajah motor listrik hingga 114,6 km.

 

Clarity PHEV dilengkapi tiga mode penggerak yaitu EV Drive Mode atau hanya digerakkan oleh motor listrik, Hybrid Drive Mode atau kombinasi mesin konvensional dan motor listrik, dan Engine Drive Mode atau hanya digerakkan oleh mesin konvensional untuk fleksibilitas mobilitas.

 

Setidaknya sampai sekarang mobil plug-in hybrid yang berbentuk sedan menengah hanya Clarity PHEV, berbeda dengan manufaktur lain antara SUV atau sedan kompak.

 

(Joule)