Oleh : Julfikri
Nissan dan Mitsubishi telah resmi merilis kei-car bertenaga listrik hasil kerjasamanya, Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV (sumber: Mitsubishi)
SoundandMachine.com (Jepang) – Nissan dan Mitsubishi merilis kei-car bertenaga listrik setelah memanfaatkan benefit di perusahaan joint-venture Nissan Mitsubishi Kei Vehicle (NMKV), yaitu Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV.
Kedua kei-car tersebut dibuat dengan mengerahkan keahlian antar pabrikan, seperti teknologi canggih dan terintegrasi dari Nissan, manufacturing dari Mitsubishi yang membuat Sakura dan eK X EV dirakit di pabriknya, dan teknologi elektrifikasi dari keduanya.
Baca Juga:
Auto China 2026: Denza Z Tampil Perdana, Akan Menjadi Supercar Revolusioner
“Nissan dan Mitsubishi merupakan pionir yang memperkenalkan kendaraan listrik ke pasar. Kepiawaian teknologi Nissan dan pengetahuan Mitsubishi dalam memproduksi kei-car terintegrasi di Sakura dan eK X EV.” buka Takao Kato, Chief Executive Officer Mitsubishi Motors Corporation dalam keterangan resminya (20/5/2022).
Secara teknis, keduanya kembar seperti misalnya sama-sama memakai motor listrik bertenaga 47 kW dan torsi 195 Nm, baterai Lithium-ion dengan daya jelajah 180 km serta waktu pengisian antara 40 menit hingga 8 jam, dan sejumlah persamaan teknis lainnya.
Baca Juga:
Akan Dihadiri Bintang Fast and Furious Sung Kang, The Elite Showcase 2026 Siap Digelar
Perbedaan nyata diantara keduanya adalah eksterior dan interiornya, karena menyesuaikan masing-masing idealisme pabrikan dalam hal desain.

Baca Juga:
Dealer Pertama Indomobil, GWM PIK Jakarta Utara Resmi Didirikan
Nissan Sakura (sumber: Nissan)
Sakura mengusung desain eksterior dan interior yang mengambil elemen kesenian tradisional Jepang seperti mobil listrik flagship Nissanyaitu Ariya.

Mitsubishi eK X EV (sumber: Mitsubishi)
Sementara eK X EV mengusung bahasa desain dynamic shield seperti lini Mitsubishi terbaru lainnya, dan interior yang dirancang intuitif bagi pengemudi.
Selain eksterior dan interior, perbedaan lainnya ada pada teknologi yang meski sama-sama dari Nissan, tetapi dibedakan karena hanya faktor branding. Seperti misalnya untuk driving assist Nissan mengusung nama ProPILOT, sementara Mitsubishi memakai nama MI-PILOT.
“Dengan membuat teknologi elektrifikasi lebih canggih, kita tetap memberikan nilai yang melebihi ekspektasi pelanggan.” jelas Makoto Uchida, Chief Executive Officer Nissan Motor Company.
Keduanya mengklaim bahwa kehadiran 2 kei-car bertenaga listrik tersebut akan menjadi game changer bagi industri otomotif Jepang, karena mobil mungil tersebut permintaannya tergolong tinggi, dan mobil listrik dinilai mendukung untuk menuju masyarakat bebas karbon. (Joule)