Gelombang ekspansi otomotif Cina kini menguasai panggung global, tapi bukan di Eropa atau Amerika. Justru, pergeseran kekuatan ini terjadi di pasar-pasar yang sering diabaikan seperti Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
Masa depan grup otomotif raksasa Stellantis tampaknya tidak sepenuhnya stabil. Mantan CEO-nya, Carlos Tavares, mengungkapkan bahwa perusahaan yang menaungi 14 merek global itu bisa saja mengalami perpecahan di masa depan.